ALAT KESELAMATAN PELAYARAN

Ditinjau dari fungsi kita bagi menjadi tiga bagian besar :

1. Alat-alat penolong (live saving appliance).
  • Sekoci (life boat) beserta perlengkapannya.
  • Alat-alat peluncur dewi-dewi (davits).
  • Pelampung penolong (life buoy), Baju penolong otomatis (life jacket or life belt), Rakit penolong otomatis (inflatable life raft), Dan lainnya.
2. Alat-alat pemadam kebakaran. (Fire Appliances)
3. Tanda-tanda bahaya dengan cahaya atau suara (light and sound signals).

Semua peraturan atau persyaratannya diatur didalam hasil Konferensi Internasional tentang keselamatan jiwa dilaut yang diadakan di London pada tahun 1960 yang terkenal dengan paraturan “SOLAS” 1960 (International Convention for the Safety of life at sea, 1960).

Persyaratan umum alat-alat penolong ditentukan sebagai berikut :
  1. Alat-alat tersebut harus setiap saat siap untuk dipergunakan jika kapal dalam keadaan darurat.
  2. Jika diturunkan kedalam air dapat dilaksanakan dengan mudah dan cepat, walaupun kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan, misalnya kapal trim 15o.
  3. Penempatan masaing-masing alat penolong tersebut sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu satu sama lainnya pada waktu digunakan.

6 komentar:

  1. blognya bermanfaat kawan, saya harap mengenai Main Engine dan komponen2 lainnya dilengkapi dengan gambar dan juga sistem kerjanya.
    semoga blog anda bermanfaat untuk pendidikan indonesia khususnya para pelajar2 jurusan teknik perkapan.
    wbr.

    BalasHapus
  2. boss,, yang lengkap... apa ini cma bikin strezzzz....

    BalasHapus
  3. buat anonim terima kasih atas sarannya..

    BalasHapus
  4. faisal syabani19 Maret 2013 17.48

    terima kasih , lumayan bua tambahan ilmu selain dari sekolah juga !

    BalasHapus
  5. Ada life raft yg hanya tempel stiker doang, makanya ketika kapal karam life raft ikut tenggelam, yg dirugikan penumpang dan abk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya semoga pihak yg berwenang lebih tegas lagi utk masalah keselamatan

      Hapus

Follow