kapal kayu tradisional

Kapal kayu tradisional  adalah kapal yang dibangun secara tradisional berdasarkan pengalaman pembuatnya tanpa dasar proses desain  sebagaimana halnya kapal-kapal modern . Ukuran kapal biasanya kecil dan kebanyakan dipakai sebagai kapal penangkap ikan , kapal penumpang  dan kapal cargo antar pulau khususnya di Indonesia bagian timur.  Dibidang  transportasi  antar pulau, kebanyakan kapal tradisional mengalami banyak penurunan karena peranannya digantikan oleh kapal moderen seperti kapal ferry, dan  super jet. Namun demikian kapal kayu tradisional masih ada  sejumlah rute pelayaran Indonesia bagian timur.
Di bidang perikananan , peranan kapal kayu tradisional masih penting karena modal pembuatan kapal modern sangat mahal dan kebanyakan nelayan di Indonesia khususnya di Indonesia bagian timur adalah nelayan kapal tradisional dengan tingkat ekonomi yang sangat rendah . Jumlah kapal nelayan yang beroperasi di Indonesia bagian timur 10615 kapal dengan kapasitas ari 5 GT – 10 GT. Kecepayan kapal bervariasi antara 6 – 10 knot jumlah penagkapan kapal ikan meningkat 6,4 % setiap tahun dari  tahun 2002 -2007 adan 8,68 % dari tahun 2006 -2007. kebanyakan dari kapal kapal tersebut kapal kayu tradissional yang di buat di beberapa indoesia bagian timur seperti bulukumba , barru dan majenne sulawesi selatan dan sebagian dibuat dipulau Kalimantan
Kekurangan dari kapal kayu tradisional adalah kecepatannya lebih  rendah  terkait besarnya resistensi dan kecilnya efesinsi propulsi untuk meningkatkan kecepatan, kapal-kapal kayu tradisional kebanyakan mengunakan layar sebagai propulsi tambahan dan side rudder  karena centre rudder tidak efektif dalam system propulsi layar. Maneuver kapal tradisional juga tidak baik sebab ukuran rudder  (kemudi kapal) sangat kecil dibandingkan ukuran kapal. Dari sudut keamanan, kapal kayu tradisional dapat mengalami kecelakaan pada saat berlayar  dilaut dengan ombak yang besar. Berdasarkan riwayat operasi kapal kayu tradisioanal sering mengalami kecelakaan khusunya di laut gelombang yang besar. Walaupun kondisi berbahaya ini tidak dapat dihindari  karena tidak adanya informasi yang terencana yang bisa dinilai dalam rangka meningkatkan keamanan kapal saat beroperasi.  Oleh karean itu, sangat penting untuk memperhatikan adanya fenomena capsizing  dari kapal tradisioanl saat berlayar dilaut.
selamat membaca tulisan singkat padat dan tidak jelas dari sumber (tugas akhir/skripsi) yang bisa dipercaya mengenai kapal kayu tradisional

1 comment:

  1. Wah wah wah..
    memang susah cari materi perkapalan

    ReplyDelete

Follow